Banyaknya jenis drumstick yang beredar di Indonesia. Di mulai dengan harga ribuan perak perpasang sampai dengan ratusan ribu perpasang. Bahkan stick drum itu sendiri mempunyai beberapa ukuran antara lain ukuran 7a, Jazz, 5a, Rock, 5b dan 2b.
Pada akhirnya timbul pertanyaan, Bagaimana cara memilih stick yang baik?
Beberapa merk yang dapat di andalkan dan yang beredar di Indonesia adalah: Vic Firth, Pro Mark, Johny Rabb, Zildjian, Tama, Vater, Ahead & Regal tip. Bahkan ada beberapa stick yang dipalsukan antara lain, ialah merk dari Zildjian, Pro Mark (hot rods) dan Vater.
Tapi jika loe teliti, loe dapat langsung menebak bahwa stick itu palsu. Kelemahan stick palsu adalah: Kedua stick tidak seimbang, kayu terasa kopong, sangat mudah patah, logo pada stick tidak rapih dan banyak yang tidak lurus alias bengkok.
Jika stick yang loe ingin beli termasuk dalam daftar nama-nama yang sering dipalsukan, maka loe harus sangat teliti dalam memilih. Ikuti langkah2 berikut:
1. Jika stick itu dibungkus dalam plastik, periksalah secara teliti dengan mengeluarkan dari plastiknya.
2. Pegang dan rasakan apakah masing2 stick beratnya berbeda. Jika iya, jangan beli stick itu, karena stick yang kuat haruslah terasa sedikit lebih berat dan tidak kopong.
3. Jika stick sudah seimbang. Gelindingkan stick dipermukaan yang rata seperti meja kaca atau lantai marmer. Ketika stick itu berputar, perhatikan ujung stick. Jika bergoyang2 maka stick itu tidak lurus dan jangan membelinya.
4. Coba mainkan stick itu dipermukaan yang tidak keras seperti karpet. Apakah sudah sesuai dengan selera anda?
5. Yang terakhir adalah mengetes pitch dari stick drum itu sendiri. (kalau loe mau stick yang sempurna) Pukul masing2 stick pada permukaan ride cymbal, gunakan ujungnya. Jika kedua stick itu tidak menghasilkan pitch yang sama… jangan dibeli! Atau mungkin sebagai saran, simpan saja dulu dan coba yang lain.
Dan untuk karakter masing2 merk stick, setiap merk stick tentunya memiliki karakter yang berbeda.
- Zildjian : Stick Zidjian memang terkenal sangat kuat. Tapi ukuran dari stick Zildjian sendiri agak berbeda dari yang lainnya karena stick2 Zidljian cenderung lebih besar. Ukuran Rock sendiri sangat besar dan mempunyai tip yang besar pula.
- Regal tip : stick ini tidak tahan dingin dan menjadi mudah patah. Bagi beberapa orang mungkin akan merasa bahwa stick ini terlalu licin tapi ada juga yang mengatakan bahwa stick ini yang paling nyaman. Kelemahan dari stick ini adalah jika menggunakan nylon tip, biasanya neck pada ujung stick kecil sekali sehingga mudah patah.
- Vic Firth : Benar2 ‘The perfect pair’, semua sticknya benar2 seimbang dan mempunyai pitch yang sama. Dan yang pasti lurus semua. Tapi ada satu kelemahan, jika anda kurang beruntung anda akan mengalami ‘pematahan dini’. Jadi, masih ada kemungkinan stick yang baru loe beli 1 hari yang lalu tiba2 patah..
- Ahead : Stick drum super mahal.Ttapi, rebound-nya (pantulan) sangat mati dan suara drum akan terdengar tidak tajam. Yang pasti, sepasang stick ini dapat bertahan sampai 6 bulan
- Pro Mark : Satu-satunya stick yang logonya tercantum ditengah stick. Stik ini sangat kuat tetapi balancenya cukup aneh karena stick ini berat didepan.
- Tama : Extra kuat dan merupakan yang paling nyaman di pegang. Sayangnya, sekarang sudah sangat jarang.
- Johny Rabb : Terkenal dengan inovasinya seperti Rhythm Saw. Tapi Rhythm Saw itu sendiri dapat berbahaya untuk drum karena dapat merusak bearing edge sehingga suara drum loe bisa menjadi kacau dan tidak dapat dituning.
- Vater : Banyak sekali pilihannya, tetapi keseimbangannya tidak menentu alias setiap stick tidak mempunyai karakter yang sama walaupun bentuknya sama.
Nah, sebelum loe membeli drumstick. Ada baiknya loe teliti terlebih dahulu. . .met milih
Kamis, 07 Mei 2009
Tips memilih Jenis dan Karakter Drumstik
Daftar Nama Label Rekaman Indie
Bagi loe2 yang punya band dan pengen punya album, kebingungan mencari label indie, berikut ini daftar label rekaman indie, good luck deh!
Indie Label list :
Staria Music Indonesia
Artists: Paul Gilbert, Mike Tramp, Lacuna Coil, SicMynded, Hydra
Genre: Blues, Easy Listening, Jazz, Pop, Rock, Disco
Contact:
Want to send demo? Contact here first:
A&R Staria Music Indonesia
a&r at stariamusic dot com
Distro Contact
For Distribution CASSETTE AND CD
info at stariamusic dot com
+62 21 - 7361423
+62 812 1998471
Variant Music Indonesia
Genre: Death Metal, Grindcore
Band: FLIP-Indonesia, God Forbid-USA, In Flames-Sweden, Napalm Death-UK, Shadows Fall-USA
Contact: www.variantmusic.com e-mail: info at variantmusic dot com
Metal Ground Records
c/o Yessy
P.R. Sangkal Putung 15,
Klaten 57431, Indonesia
Email: bregool at yahoo dot com
Rottrevore Records
c/o Rio
Bulak Barat 2 no 43
Klender Jakarta Timur
13470 Indonesia
E-mail: rottrevorerecords at killertroops dot com
Web:
THT Production
Band: Armageddon, Kekal, Bealiah, Excision,
Genre: Extreme
Contact:
THT
P.O. Box 1496
JKB 11014
Jakarta
INDONESIA
E-mail: thtudg at centrin dot net dot id
Web: http://www.thtproductions.com
Youth Frontline Records
Band:
Genre: Hardcore
Contact: info at youthfrontline.com
http://youthfrontline.cjb.net
YFL, Jl. Sudimoro 21a, Malang 65142, Indonesia, p
hone: 62.341.498875
Blossom Records
Band: BangkuTaman, The Strawberry’s Pop
Genre: indiepop sounds and sub-genre like shoegaze, folk, bossas, dreampop, electropop, j-pop, j-rock, power pop, twee pop, 40, 50, 60, 70’s pop, new wave, post punk, indie rock, madchester sounds, brutal pop, brit pop, and many more.
Contact: blossomrecords at death-star dot com
Attn: Widi Nugroho HP 081578760652<
add friendster:blossomrecords@death-star.com
mailing list : blossomrecords@yahoogroups.com
Krossover Records
A split company of Rotorcorp. Affiliated with Musica for distribution. Contact: Krisna J. Sadrach
Mobile: 0818968660
Band/Genre: Trauma, Tengkorak, Sucker Head
The Eye Music
Band: Authority, Death Vertical, Corugator, Sinusitis
Genre: Extreme Music
Contact: greedkillers at yahoo.com
http://www.the-eye.cjb.net
PO BOX 69110 / JATPK / 13069 Jakarta 13710
SonnenGott Musik
Menganti Permai A2/5 Gresik 61174 East Java - INDONESIA
phone: +62-31-7911712
cellphone: +62-8123162538
http://www.sgmdf.cjb.net
Email: sonnengott@lycos.com
Band/Genre: Nicronomodez (Black), Tragyst (Black), Total Tragedy (Gothic), dan Dry (Black)
Amonra Records
Jl. Panti Asuhan No. 37, Otista III
Jakarta 13340 Indonesia
email: amonrarecords at amonra dot co dot id
website: < http://www.amonra.co.id
Phone : (+62 21) 8191745
Fax : (+62 21) 8584746
Hotline : (+62 21) 70780460
Band/Genre: Geboren (Gothic), Dictator (Thrash), Funeral Inception (Technical Death), Invictus (Prog Death)
Edelweiss Records
Address:
Jl. Kalianyar X Gg. 3 RT 10 RW 02
Jakarta Barat 11310
Phone/Fax: 021-634528
PO BOX 6006 JKBGG 11060
alamgerilya@yahoo.com
Genre: Metal-Underground
Artis: Qishash, Enpelove, He Who Corrupt, Sadis, Noise Gate, Autopsya, Prosatanica, Gethebong, Bedebah, Besessen, Imprecatory, Katarak, Past The Line, Ababil, Abhorred, Despiser, Troops Of Brutality, Kembang Kuburan, Dead Theory, Borox, Traxtor, Pernicious,Hate, Extreme Hate, Infected Tendence, Decomposed, dll.
PRS (Progressive Rock Sony) Records
Jalan Gudang Peluru Barat IV Blok 4/539, Jakarta
Adhi Nursetyo HP: 0855 100 9620, email: id_prog@yahoo.com
Bobby Priambodo HP: 0812 808 2895, email: b_priambodo@yahoo.com
created by awan_kuku > pada 02.44 0 comment
Label: Seputar Musik
Rabu, 06 Mei 2009
Flu Babi Merambah ASIA

Pemerintah Korea Selatan semakin sigap dengan wabah flu babi. Apalagi penderita yang diperkirakan terinfeksi bertambah menjadi dua orang, Jumat (1/5). Sebelumnya seorang warga Korsel yang berusia 51 tahun juga diduga terinfeksi dan masih dalam perawatan intensif. Korban lainnya yaitu wanita berusia 41 tahun yang diduga terinfeksi setelah menjalin kontak dengan korban pertama di sebuah lokasi. Ada pula pria berusia 57 tahun yang belum diketahui bagaimana bisa terinfeksi karena tidak jelas kegiatan yang dia lakukan.
Reaksi cepat pun ditunjukkan Jepang. Meskipun belum ada temuan kasus, pemerintah akan mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin. Dilaporkan, seorang pelajar Jepang berusia 17 tahun tengah menjalani serangkaian pemeriksaan serius karena mengalami gejala seperti H1N1.
Langkah pencegahan juga dilakukan di Thailand. Sekitar 100 ribu masker dibagikan secara cuma-cuma kepada sopir angkutan umum. Pembagian tersebut dilakukan karena sopir angkutan dinilai paling rentan terjangkit wabah virus N1H1. Hingga kini belum ada laporan warga Thailand terjangkit flu babi.
Sementara Jerman mengkonfirmasi adanya kasus penularan flu babi di negaranya. Seorang perawat dilaporkan tertular virus H1N1 dari salah satu korban di Jerman yang tengah dirawatnya. Tadinya tiga penderita yang terkena virus tersebut berpergian ke luar negeri. Pemerintah Hongkong mendeteksi kasus flu babi pada seorang warga Meksiko yang baru tiba di negaranya.
Sabtu, 02 Mei 2009
Indonesia (Ternyata) Benua Atlantis
MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh
hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu
mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal
sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan
Atlantis?Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi
berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa,
pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian
permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang
hilang atau Atlantis.Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa
Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah
melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis,
The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of
Plato’s Lost Civilization (2005). santos-atlantis. jpgSantos menampilkan 33
perbandingan,
seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara
bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah
Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya,
ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir,
dan bangunan kuno Aztec di Meksiko. Konteks Indonesia Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof.
Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960,
mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara
Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah
nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut
Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu
tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang
menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang. Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua
yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa,
Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang)
sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang
aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale,
terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang
akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa
itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es
(era Pleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi
secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia
(dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal
dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India
Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan
gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau
Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu.
Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau
(Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya
serta membentuk selat dataran Sunda. Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau
menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol).
Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat
dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam,
ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak
Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia
bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera
(ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi
secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di
kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan
Stephen Hawking. Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil
itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung
berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera
sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung
berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan
luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai
benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh
gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan
gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events. Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia,
tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai
bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua
Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh
Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik
terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu.
Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata,
“Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada
Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.” Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos
sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu
adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik
Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di
Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar,
Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani.
Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali. Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya
tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian
meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan
gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur
yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui),
tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah
dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya
sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu
bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau. Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris
Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak
rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada
masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan
bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya
kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu
pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya. *** Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law
(IISL), Paris-Prancis Benua Atlantis & Peradaban Awal Umat Manusia Ada di Indonesia ? Para peneliti AS menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia. Hingga kini cerita
tentang benua yang hilang ‘Atlantis’ masih terselimuti kabut misteri.
Sebagian orang menganggap Atlantis cuma dongeng belaka, meski tak kurang
5.000 buku soal Atlantis telah ditulis oleh para pakar. Bagi para arkeolog atau oceanografer moderen, Atlantis tetap merupakan obyek
menarik terutama soal teka-teki dimana sebetulnya lokasi sang benua. Banyak
ilmuwan menyebut benua Atlantis terletak di Samudera Atlantik. Sebagian arkeolog Amerika Serikat (AS) bahkan meyakini benua Atlantis
dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land, suatu wilayah yang
kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam,
benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es. “Para peneliti AS ini menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia,” kata Ketua
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Umar Anggara Jenny, Jumat
(17/6), di sela-sela rencana gelaran ‘International Symposium on The
Dispersal of Austronesian and the Ethnogeneses of the People in Indonesia
Archipelago, 28-30 Juni 2005. Kata Umar, dalam dua dekade terakhir memang diperoleh banyak temuan penting
soal penyebaran dan asal usul manusia. Salah satu temuan penting ini adalah
hipotesa adanya sebuah pulau besar sekali di Laut Cina Selatan yang
tenggelam setelah zaman es. Hipotesa itu, kata Umar, berdasarkan pada kajian ilmiah seiring makin
mutakhirnya pengetahuan tentang arkeologimolekuler. Tema ini, lanjutnya,
bahkan akan menjadi salah satu hal yang diangkat dalam simposium
internasional di Solo, 28-30 Juni. Menurut Umar, salah satu pulau penting yang tersisa dari benua Atlantis -
jika memang benar - adalah Pulau Natuna, Riau. Berdasarkan kajian
biomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang mirip dengan
bangsa Austronesia tertua. Bangsa Austronesia diyakini memiliki tingkat kebudayaan tinggi, seperti
bayangan tentang bangsa Atlantis yang disebut-sebut dalam mitos Plato.
Ketika zaman es berakhir, yang ditandai tenggelamnya ‘benua Atlantis’,
bangsa Austronesia menyebar ke berbagai penjuru. Mereka lalu menciptakan keragaman budaya dan bahasa pada masyarakat lokal
yang disinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahun
lampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi. Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Harry Truman Simanjuntak,
mengakui memang ada pendapat dari sebagian pakar yang menyatakan bahwa benua
Atlantis terletak di Indonesia. Namun hal itu masih debatable. Yang jelas, terang Harry, memang benar ada sebuah daratan besar yang dahulu
kala bernama Sunda Land. Luas daratan itu kira-kira dua kali negara India.
“Benar, daratan itu hilang. Dan kini tinggal Sumatra, Jawa atau Kalimantan,”
terang Harry. Menurut dia, sah-sah saja para ilmuwan mengatakan bahwa
wilayah yang tenggelam itu adalah benua Atlantis yang hilang, meski itu
masih menjadi perdebatan. Dominasi Austronesia Menurut Umar Anggara Jenny, Austronesia sebagai rumpun
bahasa merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini
memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang
tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa
tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang. “Pertanyaannya dari mana asal-usul mereka? Mengapa sebarannya begitu meluas
dan cepat yakni dalam 3500-5000 tahun yang lalu. Bagaimana cara adaptasinya
sehingga memiliki keragaman budaya yang tinggi,” tutur Umar. Salah satu teori, menurut Harry Truman, mengatakan penutur bahasa
Austronesia berasal dari Sunda Land yang tenggelam di akhir zaman es.
Populasi yang sudah maju, proto-Austronesia, menyebar hingga ke Asia daratan
hingga ke Mesopotamia, mempengaruhi penduduk lokal dan mengembangkan
peradaban. “Tapi ini masih diperdebatan











